Toko Merah

Bangunan tahun 1730 ini disebut Toko Merah karena sebagian besar interiornya berwarna merah. Setelah Indonesia merdeka bangunan ini dimanfaatkan sebagai kantor eksport import Dharmaniaga, namun awalnya adalah milik Gubernur Jenderal Barron van Imhoff (1705-1750) sebagai tempat tinggal.

toko-merah

Terletak di Jalan Kalibesar Barat No.11, Jakarta Barat. Berada di Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, wilayah Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Sebuah bangunan cagar budaya yang diatur dalam Undang-undang Monumenten Ordonantie No.19 Tahun 1931 (Staatsblad Tahun 1931 No. 238), yang telah diubah dengan Monumenten Ordonantie No. 21 Tahun 1934 (Staatsblad Tahun 1934 No. 515). Ali Sadikin mengeluarkan delapan peraturan daerah sekaligus, diantaranya SK. Gubernur No. Cb. 11/1/12/1972 tanggal 10 Januari 1972, yang pada intinya menetapkan tentang pemugaran bangunan, penetapan daerah khusus yang dilindungi.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah, satu, studi mengenai pemugaran gedung-gedung bersejarah di DKI Jakarta. Pemda DKI kemudian membentuk sebuah Badan Pemugaran.Beberapa orang dikirim ke Uniersitas Kristen Leuven, Belgia untuk mempelajari teknik pemugaran bangunan tua. Sejak tahun 1972, semakin banyak bangunan dan monument bersejarah di Jakarta dipugar.

Kedua, dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur No.Cb.11/1/12/1972 tanggal 10 Januari 1972 semakin menguat setelah pemerintah mengeluarkan Undang-undang No.5/1992 tentang benda cagar budaya. Dikeluarkan pula Surat Keputusan Gubernur KDH Ibukota Jakarta No. 575 tanggal 29 Maret 1993 tentang penetapan bangunan-bangunan bersejarah dan monumen di wilayah DKI Jakarta sebagai bangunan yang dilindungi.

Nama resmi yang diberikan Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta untuk bangunan ini adalah “Toko Merah”. Pernah juga dinamakan “Hoofd Kantoor Jacobson van den Berg” karena pernah dimiliki dan digunakan sebagai kantor pusat perusahaan dagang NV. Jacobson van den Berg. Penggunaan nama “Toko Merah” lebih popular dibanding Rode Winkel.

Dalam akte tanah No. 957, No. 958 dan No. 959 tanggal 13 Juli 1920, disebutkan bahwa persil-persil yang ada di Toko Merah adalah milik NV. Bouwmaatschapij “Toko Merah”.

Nama Toko Merah ini sendiri tidak hanya karena fungsinya sebagai sebuah toko dalam waktu yang lama, tetapi juga merupakan nama sebuah perusahaan yang berkantor di gedung ini.

foto: dreamofacity.com/2013/03/24/colonial-architecture-in-jakarta/

untuk komentar atau tanggapan terhadap tulisan mohon dikirimkan via e-mail ke tanggapan@kotatuajakarta.info. Terimakasih.